
Serang, 21 Januari 2024. Anggota V BPK, Dr. Bobby Adhityo Rizaldi, S.E., Ak., M.B.A., CA., CFE., CFrA., CSFA., QIA. meresmikan penggunaan Ruang Tunggu Pengemudi dan Kantin Jawara di Kantor BPK Perwakilan Provinsi Banten.
Peresmian Ruang Tunggu Pengemudi dan Kantin Jawara dihadiri oleh, Dirjen PKN V, Widhi Widayat S.E., M.Si., Ak, CA, CSFA, CFrA, ERMAP, GRCP, GRC, Kepala Perwakilan BPK Provinsi Banten, Firman Nurcahyadi, Para pejabat struktural dan pegawai BPK Perwakilan Provinsi Banten.


Dalam laporannya, Kepala BPK Perwakilan Provinsi Banten mengatakan bahwa pembangunan Ruang Tunggu Pengemudi dan Kantin Jawara ini memiliki sejarah dan semangat efisiensi yang cukup mendalam. Gagasan awal pengembangan ruang ini dicetuskan oleh Bapak Dede Sukarjo, yang pada pertengahan tahun 2024 menjabat sebagai Kepala BPK Perwakilan Provinsi Banten. Ide ini muncul berbarengan dengan momentum pengembangan Masjid Baitul Hasib di lingkungan kantor BPK Perwakilan Provinsi Banten.
Namun, karena adanya keterbatasan anggaran serta prioritas pemeliharaan gedung kantor lainnya pada tahun 2024, rencana pembangunan ini baru dapat direalisasikan pada akhir tahun 2025. Proses konstruksi dimulai pada awal November 2025 dan berhasil diselesaikan tepat waktu pada Desember 2025.
Salah satu hal yang istimewa dari bangunan ini adalah penerapan prinsip keberlanjutan dan efisiensi material. Sebagian besar rangka utama bangunan ini menggunakan baja WF (Wide Flange) yang merupakan material eks-Masjid Baitul Hasib. Material tersebut adalah bahan yang tidak terpakai lagi saat renovasi masjid namun masih memiliki kualitas struktur yang sangat baik, sehingga dimanfaatkan kembali untuk mendukung kekuatan bangunan ini.
Ada beberapa hal istimewa dari bangunan seluas 24,8 M2 yang memiliki dua lantai ini antara lain efisiensi dan keberlanjutan, yaitu Pembangunan ruang ini merupakan bentuk optimalisasi sumber daya. Dengan memanfaatkan sisa rangka renovasi Masjid Baitul Hasib tahun lalu, kita telah mempraktikkan prinsip efisiensi tanpa mengurangi kualitas fungsi bangunan.
Selanjutnya, konsep bangunan yang adaptif terdiri dari dua lantai, di mana Lantai 1 (Indoor) difungsikan untuk kenyamanan maksimal, dan Lantai 2 (Outdoor) yang dapat digunakan sebagai smoking area dengan suasana terbuka.
Yang terakhir, lokasi strategis dan humanis. Bangunan terletak di dekat Masjid Baitul Hasib dan dikelilingi pepohonan yang asri, tempat ini memberikan ketenangan bagi pengemudi. Selain itu, posisinya sangat strategis untuk memantau area lobby dan halaman depan, sehingga koordinasi tugas dapat tetap berjalan dengan responsif.
Dengan diresmikannya Ruang Tunggu Pengemudi dan Kantin Jawara diharapkan agar fasilitas ini dapat digunakan sebaik-baiknya sebagai sarana untuk melepas lelah, saling berkoordinasi, dan menjaga kekompakan serta dijaga kebersihan serta perawatannya sebagaimana kita menjaga aset negara lainnya.







