Peringati HUT Ke-79 BPK Perwakilan Provinsi Banten Laksanakan Upacara dan Syukuran

Serang, 20 Januari 2026 – Dalam rangka memperingati HUT Ke-79 BPK RI, BPK Perwakilan Provinsi Banten melaksanakan Upacara Bendera dan Syukuran yang dilaksanakan di Kantor BPK Perwakilan Provinsi Banten.

Bertindak sebagai Inspektur pada upacara tersebut, Kepala BPK Perwakilan Provinsi Banten, Firman Nurcahyadi, dengan para peserta seluruh pejabat struktural, fungsional dan seluruh pegawai dilingkungan BPK Perwakilan Provinsi Banten.

Tema HUT Ke-79 BPK kali ini adalah “BPK Bermartabat dan Bermanfaat” adalah esensi yang menegaskan komitmen BPK untuk menjaga marwah lembaga melalui integritas, independensi, dan profesionalisme, sekaligus menghadirkan dampak nyata bagi kesejahteraan rakyat melalui hasil pemeriksaan yang berkualitas dan bermanfaat.

Dalam amanatnya, Kepala Perwakilan menyampaikan Pidato Ketua BPK RI yang menyatakan bahwa momentum 79 tahun adalah titik refleksi atas perjalanan panjang BPK sejak 1 Januari 1947 sebagai garda terdepan akuntabilitas. Peran tersebut diwujudkan melalui pemeriksaan yang independen dan objektif, serta rekomendasi yang konstruktif dan berorientasi pada perbaikan tata kelola, akuntabilitas dan kualitas pengelolaan keuangan negara.

 

 

 

 

 

Sepanjang tahun 2025, BPK mencatat sejumlah capaian gemilang melalui tindak lanjut rekomendasi hasil pemeriksaan. BPK mendorong penyelamatan keuangan negara sebesar Rp69,21 Triliun selama periode Semester I 2025. Selain itu, BPK juga memberikan rekomendasi strategis melalui berbagai pemeriksaan diantaranya melalui pemeriksaan tematik ketahanan pangan dan pembangunan manusia. BPK juga terus melanjutkan dan memperkuat transformasi digitalnya melalui pengintegrasian AI ke dalam proses bisnis, penguatan keamanan informasi, dan peningkatan kualitas infrastuktur TI.

Menyongsong masa depan, BPK berkomitmen menyelaraskan langkah dengan RPJMN 2025–2029 melalui penguatan pemeriksaan tematik berkelanjutan. Jika tahun 2025 kita berfokus pada ketahanan pangan dan pembangunan manusia, maka tahun 2026 akan menjadi momentum strategis untuk mengawal Ketahanan Energi.

Agenda lintas sektor yang kompleks ini hanya dapat ditaklukkan dengan dinamika tim yang sehat dan budaya kerja inklusif yang menyatukan seluruh satuan kerja tanpa sekat. Melalui kolaborasi yang padu dan pemikiran inovatif, kita akan menghasilkan rekomendasi strategis dan berdampak guna mengakselerasi program Asta Cita demi visi besar pembangunan nasional.

Di usia ke-79 ini, transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. BPK harus memperkuat ekosistem digital dengan tetap menempatkan etika sebagai kompas utama guna menjamin transparansi dan akuntabilitas di ruang siber. Seiring dengan penguatan teknologi, peningkatan kapabilitas pemeriksa berskala internasional juga menjadi agenda yang harus kita asah secara berkelanjutan.